MEREDEFINISI MAKNA SUKSES
Oleh: Sugeng Widodo
Apakah Anda merasa bahagia
dengan gaya hidup Anda sekarang? Apakah hasil yang Anda capai
sekarang sesuai dengan potensi yang Anda milki? Apakah standar
hidup Anda sekarang sudah sesuai dengan keinginan Anda? Bagaimana
beranjak dari keadaan saat ini menuju keadaan Anda yang lebih
baik? Apa yang harus dilakukan untuk memperbaiki kehidupan
Anda sekarang?
PERTANYAAN seperti itu dan masih banyak pertanyaan lain awalnya
sekedar suatu renungan pribadi menjelang pergantian tahun
2007 dan 2008. Saya sama dengan Anda dan banyak orang lain
yang ingin menggunakan momentum pergantian tahun, ulang tahun,
atau waktu tertentu lainnya untuk menyusun rencana baru guna
mencapai level keinginan yang lebih tinggi.
Barangkali pertanyaan itu layak pula Anda renungkan. Siapa
tahu Anda bisa mendapatkan inspirasi dan motivasi baru untuk
meraih apapun sesuai dengan keinginan Anda.
Yang perlu disadari, memimjan istilah Andrie Wongso sang motivator
bahwa sukses adalah hak setiap orang. Saya, Anda, atau siapapun
dia memiliki hak yang sama untuk meraih kesuksesan.
Hebatnya lagi, setiap orang memiliki kesempatan dan waktu
yang sama, 24 jam sehari, tujuh hari dalam satu minggu, dan
12 bulan dalam setahun. Selain waktu, Tuhan juga memberi bekal
yang lebih dari cukup untuk meraih kesuksesan diantaranya
seperti sarana tubuh, pikiran, perasaan, ilmu pengetahuan,
keahlian, pengalaman, keluarga, dan hubungan sosial.
Tidak penting, apakah Anda sudah puas dan bahagia atau tidak
puas sama sekali atas hasil yang Anda capai sekarang. Yang
penting adalah bagaimana Anda beranjak menuju level kehidupan
yang lebih baik dari sebelumnya. Potensi Anda teraktualisasi
secara optimal. Anda pun bisa menjadi lebih sukses, lebih
sejahtera, dan lebih bahagia.
Meredefinisi Sukses
Ada baiknya Anda mendefinisikan kembali makna sukses seperti
yang Anda inginkan. Setiap orang memiliki definisi tentang
sukses sesuai dengan nilai-nilai yang dianut, pengalaman,
maupun latar belakang kehidupannya. Kalau ditanya apa makna
sukses bagi Anda, jawaban Anda akan berbeda dengan jawaban
orang lain. Seorang karyawan, karir yang meningkat merupakan
kesuksesan. Seorang pria yang sedang jomblo, mendapatkan pacar
baru cukup dikatakan sudah sukses. Seorang pelaku bisnis,
kalau bisnisnya untung berarti ia sukses. Seorang agen asuransi,
ia baru sukses ketika berhasil menjadi top produser di perusahaannya.
Sekedar untuk pertimbangan Anda, perlu diketahui bahwa kesuksesan
itu mencakup banyak aspek seperti halnya kehidupan manusia
itu sendiri.
Andrew Ho dalam bukunya Highway to Success mengemukakan ada
delapan aspek yang dicakup untuk dikatakan sukses dalam hidup
ini, diantaranya :
1. Keluarga yang bahagia
2. Tubuh yang sehat
3. Bisnis dan karir yang berhasil
4. Keharmonisan dari segi rohani
5. Hubungan antar manusia yang baik
6. Pertumbuhan dan perkembangan pribadi
7. Manajemen keuangan yang sukses
8. Rekreasi yang menyenangkan
Sukses dalam bidang apapun menjadi dambaan
setiap orang. Tentang definisi sukses secara umum terdapat
dua pandangan yakni sukses sebagai suatu hasil dan sukses
sebagai suatu proses.
Pandangan yang menyatakan bahwq sukses merupakan suatu hasil
diantaranya dikemukakan oleh Jim Dornan & John C. Maxwell.
Dalam buku yang mereka tulis “Strategi Menuju Sukses”
disebutkan keberhasilan adalah hasil yang diperoleh secara
bertahap melalui target yang telah ditentukan.
Pandangan lain yang menyebut sukses sebagai suatu proses dikemukakan
oleh Andrew Ho dalam bukunya "Highway to Success”
bahwa keberhasilan adalah suatu perjalanan menuju sasaran-sasaran
hidup yang berharga dan berguna untuk diri sendiri dan masyarakat
sekitar.
Anda memilih definisi yang mana itu sah-sah saja yang penting
membuat Anda merasa nyaman dalam proses mewujudkan suatu keberhasilan.
Kedua definisi itu pada hakekatnya sama. Kuncinya terletak
di perasaan Anda. Jika Anda merasa enak maka definisi itu
mungkin yang terbaik untuk Anda. Perasaan Anda akan enak apabila
semua pemikiran maupun tindakan Anda dalam mencapai kesuksesan
itu sejalan dengan nilai-nilai dan keyakinan Anda.
Sukses sebagai Hasil
Banyak orang menganut pandangan bahwa sukses merupakan suatu
hasil. Pandangan ini bagi seseorang memang efektif, tetapi
belum tentu bagi orang lain karena bisa menjadi tekanan yang
justru tidak menguntungkan.
Dikatakan efektif karena sukses itu sendiri ukurannya tegas
yaitu ketika sebuah sasaran, keinginan, atau sesuatu telah
dicapai, dimiliki, atau diwujukan. Perspektif waktunya lebih
pendek. Dalam hal ini, seseorang lebih mudah menentukan langkah-langkah
untuk mencapainya.
Kabar buruknya, karena sukses itu suatu hasil maka orientasi
kita lebih pada memiliki sesuatu. Apalagi perspektif waktunya
jangka pendek. Ini bisa membuat kita cepat merasa puas karena
telah berhasil mendapatkan apa yang diinginkan. Perasaan cepat
puas bisa sangat berbahaya karena membuat kita cenderung berhenti
berusaha meraih hal-hal yang lebih bernilai.
Misalnya, Anda tahun ini menargetkan untuk membeli mobil Kijang
Inova baru untuk menggantikan mobil tua Anda. Karena sasaran
Anda jelas, membutuhkan sejumlah uang untuk membeli tunai
Kjiang Inova baru, maka Anda pun bekerja keras. Tetapi, hati-hati,
biasanya setelah berhasil membeli mobil baru itu, Anda cenderung
ingin istirahat. “Santai dulu ah... kan target sudah
tercapai.”
Ada ungkapan yang menarik perlu menjadi perhatian sebagai
berikut: “Jika buah masih hijau, lama-lama menjadi masak.
Bila buah sudah masak, lama-lama menjadi busuk.”
Agar Anda senantiasa termotivasi, bertumbuh, dan berkembang,
setelah satu sasaran tercapai segeralah membuat sasaran lain
yang lebih tinggi. Tantangan baru dalam bentuk sasaran yang
lebih tinggi itu membuat Anda menjadi kreatif mencari ide
dan bekerja lebih gairah sehingga kemampuan Anda misalnya
dalam menjual asuransi jiwa juga akan terus terasah. Jika
kemampuan itu tidak diasah terus, seperti sebuah pisau, lama-lama
akan tumpul. Untuk mengasah lagi kemampuan yang tumpul diperlukan
waktu. Bahkan, bukan tidak mungkin Anda harus mulai dari awal
lagi.
Sukses sebagai Proses
Jika Anda sependapat dengan pandangan bahwa sukses merupakan
suatu proses, sebaiknya Anda memiliki perencanaan jangka panjang,
mungkin 5, 10, atau 15 tahun ke depan. Perencanaan jangka
panjang ini dapat menghindarkan Anda dari tekanan psikologis
akibat perasaan dikejar target. Anda lebih leluasa memilih
aktivitas yang tepat sesuai dengan prioritas.
Sasaran besar yang bersifat jangka panjang itu kemudian dibuat
menjadi sasaran-sasaran kecil untuk dicapai dalam jangka pendek,
misalnya tahunan, semester, triwulan, hingga bulanan. Bahkan
kalau perlu dirinci lagi menjadi sasaran mingguan dan harian.
Sasaran-sasaran kecil itu penting karena dapat menambah keyakinan
bahwa Anda mampu mengerjakannya.
Ingat, sukses yang besar diawali oleh sukses-sukses kecil.
Seperti halnya, ketika Anda lulus kuliah dan diwisuda menjadi
seorang sarjana strata satu. Untuk mencapai keberhasilan itu,
tentu Anda harus melewati ujian-ujian dan lulus ujian setiap
mata kuliah yang telah ditetapkan mulai dari semester I sampai
semester VIII. Anda bisa lulus ujian sebuah mata kuliah kalau
Anda berhasil mengerjakan tugas dosen maupun menjawab dengan
benar soal-soal ujian mata kuliah itu sehingga mendapat nilai
di atas batas kelulusan.
Demikian pula jika Anda seorang agen asuransi jiwa, produksi
baru yang menghasilkan komisi besar itu, pada hakikatnya juga
merupakan keberhasilan Anda dalam meraih sukses-sukses kecil
sebelumnya. Sebut saja misalnya, sukses dalam mendapatkan
nama prospek potensial, sukses dalam membuat janji dengan
prospek, sukses dalam presentasi penjualan, dan akhirnya sukses
dalam penutupan.
Jadi, apabila Anda menghadapi kesulitan, kekecewaan, stres,
frustasi, gagal, dan sebagainya, maka sadarilah bahwa saat
itu Anda berada dalam proses mencapai sasaran yang lebih besar.
Jerih payah, derita yang dialami, sungguh menjadi tidak berarti
dibandingkan dengan sasaran besar yang nanti dapat diwujudkan.
Ibarat Anda mendaki gunung, perjalanan Anda ke puncak yang
penuh dengan risiko, kesulitan, dan kelelahan nantinya menjadi
tidak berarti kalau Anda telah berhasil sampai di puncak gunung.
Banyak hal yang dapat Anda dinikmati di puncak sukses.
Bagaimana Memaknai Sukses
Selain dua pandangan itu, Anda boleh saja menciptakan definisi
sendiri tentang sebuah kesuksesan. Dalam merumuskan makna
sukses, yang penting bukan apa yang nanti anda hasilkan tetapi
bagaimana Anda menikmati perjalanan ketika mencapainya. Dengan
kata lain, Anda tidak perlu merasa sukses, kaya, dan bahagia
setelah semua yang Anda inginkan tercapai. Sekarang, kapan
saja, di mana saja, setiap moment hidup kita haruslah dapat
dinikmati dan membuat kita berbahagia.
Yang paling penting adalah bagimana kita merasa senang, gembira,
dan bahagia setiap saat. Perasaan positif ini akan menarik
pikiran yang positif, pikiran yang positif menjadi magnet
banyak hal yang positif antara lain orang-orang, ide, kejadian,
dan berbagai hal lain positif yang pada gilirannya membantu
mewujudkan sukses-sukses lainnya.
Sebaiknya sukses didefinisikan secara sederhana yang mudah
sehingga kita merasa bahagia karena kita merasa sukses. Sekedar
contoh dapat ditunjukkan sebagai berikut:
? Sukses adalah perasaan bahagia
ketika saya bersyukur kepada Allah.
? Sukses adalah ketika saya dapat mengingat Allah.
? Sukses adalah mendapatkan nilai tambah positif dalam kehidupan
saya.
? Sukses adalah memberikan sesuatu yang bermanfaat kepada
orang lain.
Definisi-definisi sukses di atas
mencerminkan bahwa saya sudah merasa sukses kalau hal-hal
di atas saya lakukan atau saya dapatkan. Sukses-sukses kecil
itu sudah pasti menjadi landasan kuat untuk meraih sukses-sukses
besar nantinya.
Sebaliknya, kalau kita membuat definisi sukses yang sulit
dijangkau untuk dicapai atau dilaksanakan justru akan membuat
perasaan menjadi negatif seperti kecewa, sulit, marah, ragu-ragu
dan sebagainya. Ketahuilah bahwa perasaan–perasaan negatif
itu juga akan menarik pikiran yang negatif, dan pikiran yang
negatif pasti menarik banyak hal yang negatif. Kondisi ini
jelas berdampak buruk bagi kita. Mengapa? Perasaan negatif
menjadi lintah yang menyedot semua energi positif baik yang
ada dalam diri kita maupun di lingkungan kita.
Bagaimana kita beranjak dari keadaan sekarang menuju ke keadaan
yang lebih baik? Apa yang harus kita lakukan untuk memperbaikan
kehidupan kita? Langkah pertama yang harus kita lakukan adalah
mengubah mindset kita tentang sukses. Sukses adalah bagian
dari hidup kita. Sukses harus membuat setiap saat kita merasa
bahagia dan senang.
Perlu kita sadari bahwa hidup kita di dunia ini, keberadaan
kita sampai detik ini, apapun yang telah kita capai dan kita
miliki, adalah sukses itu sendiri. Oleh karena itu, tidak
adalah alasan bagi kita untuk tidak merasa bahagia. Bahagia
tidak perlu dicari tetapi sudah ada di dalam diri kita. Tinggal
kita mengaksesnya untuk kita hadirkan dalam hati kita. Tidak
perlu kita menunggu sukses dulu baru merasa bahagia. Tidak
ada artinya sebuah kesuksesan tanpa kebahagiaan. Mengapa?
Karena sukses itu sendiri merupakan kebahagiaan atau sebaliknya
kebahagiaan itu juga merupakan kesuksesan.
Abraham Lincoln mengatakan, “Sebagian besar orang merasa
bahagia karena mereka memutuskan untuk merasa bahagia dengan
keadannya.” Sekaranglah saatnya kita merasa bahagia
dalam setiap moment dalam hidup ini. Jika kebahagiaan dapat
kita rasakan setiap waktu maka keajaiban akan hadir dalam
hidup kita. Hidup kita menjadi indah, menyenangkan, dan selalu
tampak positif . ***
*) Penulis adalah Asisten Direktur Utama AJB Bumiputera 1912
Go
with The Flow
Demikianlah salah satu judul artikel kecil
yang kuterima dari seorang motivator internasional dari Blackpoool,
Inggeris, Brother Mandus. Aku tak mengerti makna ungkapan
itu hinngga akhirnya alam sendiri yang menyingkapkan kedalaman
makna yang terkandung di dalamnya.
Pernahkah
Anda mengalami perjuangan hidup yang sedemikian berat dan
nyaris tak tertahankan? Atau mungkin Anda meyaksikan seorang
kawan bunuh diri karena perjuangan yang memang tak tertahankan?
Nah, ajaran Go with The Flow mrngungkapkan kebenaran sederhana
bahwa Anda dan mereka yang merasa gagal adalah pribadi yang
tidak mengikuti aturan alam Go with The Flow.
Flow
berarti mengalir, ya mengalir seperti air sungai di sebuah
lembah indah. Bayangkanlah dalam benak Anda ketika seekor
ikan kecil terseret arus sungai itu dari hilir mengikuti kelokan
arus atau harus turut terjun menuruni tebing setinggi 10 meter.
Ikan kecil itu merasa kepayahan diseret arus, bahkan kadang-kadang
harus membentur dinding cadas yang mungkin menghadangnya.
Namun dalam kepayahannya ia hanya mampu menyerah saja. Menyerah
total tidak peduli akan apa yang terjadi. Siripnya diam tanpa
perlawanan untuk berenang melawan arus. Kemudian ikan yang
kepayahan itu akhirnya menemukan situasi ketika air mengalir
demikian tenangnya sehingga ia dengan mudah mencapai ruang
sela di antara bebatuan yang kemudian menjadi rumahnya. Ia
selanjutnya tinggal di sana, bergaul, beranak pinak dalam
kegembiraan mengikuti siklus kehidupan.
Namun
apa yang terjadi bila pada awalnya ikan kecil ini memberontak.
Ia berusaha meregangkan otot-otot dan tulang sirip serta ekornya
untuk melawan arus. Mungkin ia berfikir: “ Oh,
jahat benar air ini. Bila aku tinggal di hilir pasti akan
tenang sekali. Hilir pasti berupa danau yang sangat luas.
Nah, aku harus berenang ke melawannya.”
Anda
tak perlu menjadi sarjana naturalis spasial untuk mengatakan
bahwa ikan ini hanya menyia-nyiakan hidupnya. Bagaimanapun
ia adalah ikan kecil yang otot-ototnya tak mungkin menyamai
kekuatan tonnage bulldozer di pusat-pusat pertambangan batubara.
Sehingga ikan ini hanya akan mengalami kelelahan dan akhirnya
makin lelah atau justru mati karena upaya yang tidak seimbang.
Kawan,
siapakah ikan itu? Ya, ikan ini adalah pribadi-pribadi manusia.
Kita adalah ikan yang sedang dihadapkan pada arus deras kehidupan
ini. Arus ini memiliki iramanya yang unik, kadang kencang
kadang lembut, kadang bergelombang kadang terpecah oleh dinding
batu cadas. Pergumulan kehidupan adalah sesuatu yang harus
terjadi. Namun sikap terhadap arus kehidupanlah yang menentukan
keberhasilan kita. Anda yang merasa frustrasi dengan kehidupan
bisa kupastikan adalah pribadi yang mencoba melawan derasnya
arus. Kita bisa menemui di sana terjadinya kebingungan, depresi
dan aneka fasilitas yang mengitari keadaan itu
seperti alcohol dan amfetamin. Atau ya atau bahkan bunuh diri.
Kunci
keberhasilan kehidupan yang penuh dengan potensi terletak
pada kemampuan menghayati Go with The Flow, mengikuti kemana
arus membawa. Ikuti saja arus itu. Chi Ning Cu juga mengajarkan
hal serupa, bahwa produktivitas dicapai ketika kita membiarkan
arus kehidupan yang menentukan. Semua perlawanan justru akan
melemahkan daya-daya kreatif dan mukjizat. Catherine Marshall,
seorang religius, juga mengatakan hal serupa bahwa kekuatan
terbesar manusia dicapai ketika kita berserah total.
Jadi,
makna Go with The Flow adalah kita menyerah pada agenda
alam.
Bersediakah
Anda untuk menerima agenda kematian setiap saat? Regangkanlah
otot-otot perlawanan terhadap agenda alam yang pasti ini,
maka justru Anda akan terancam kematian lebih cepat alih-alih
Anda menerima umur panjang. Bersediakah Anda untuk menerima
kerugian kebakaran yang menerima toko Anda? Sikap meneyerah
Anda akan menghanyutkan diri Anda pada suasana ekonomi
baru yang tenang nyaman hingga beranak pinak mengikuti siklus
alamiah. Anda terkena kanker ganas? Menyerahlah pada agenda
alam, maka peluang untuk tersembuhkan akan menjadi lebih besar.
Tetapi
jangan salah mengerti, menyerah bukanlah duduk diam berpangku
tangan menyaksikan toko Anda terbakar atau anak perempuan
Anda yang masih sekolah minggat bersama seorang mahasiswa
yang terancam drop out. Menyerah yang dimaksud dalam kebijaksanaan
Go with The Flow adalah berusaha yang terbaik, namun tidak
memaksakan hasilnya. Menyerah di sini seperti halnya seorang
murid sekolah yang berusaha keras belajar mempersiapkan ujiannya,
namun tidak memaksakan fisik dan jiwanya untuk mendapatkan
nilai A. Ia berkonsentrasi pada upaya terbaik, bukan hasil
terbaik. Yang terjadi kemudian mudah ditebak, sang murid mendapatkan
nilai A untuk matapelajarannya. Tetapi bila setelah menyerah
ia hanya memperoleh B saja, maka itu pun baik, artinya agenda
alam masih sedang membawanya pada situasi air yang paling
tenang. Ada hal lain yang ingin disingkapkan alam kepadanya.
Jadi
ijinkan apa yang sedang menimpa Anda untuk terjadi. Terimalah
itu sebagai agenda alam. Terimalah. Kemudian berusahalah yang
terbaik untuk memperbaiki keadaan. Berusahalah yang terbaik.
Tetapi bebaskan jiwa anda dari tekanan emosi untuk memperoleh
hasil yang Anda harapkan. Inilah inti berserah.
DR. Joe Vitale yang terkenal dengan karangannya berjudul The
Attractor Factor menyatakan: “Yang harus Anda
lakukan hanyalah berserah sambil terus bekerja mengikuti kata
hati”. Inilah penyerahan ilahi. Inilah iman
yang menggerakkan gunung. Dari sini Anda boleh melihat masalah
Anda berguling-guling dengan sendirinya seperti kartu domino.
Penulis : Mr. Octavian
Elang Diawan
Sukses Itu
Penting
Tetapi
Makna Lebih Bermanfaat
Penulis
: M. Candratua
Banyak
orang saat ini beranggapan bahwa hidup harus sukses. Tanpa
kesuksesan sepertinya tidak ada artinya hidup. Tanpa berpikir
panjang lagi tentang arti kesuksesan, yang penting sukses.
Saya harus SUKSES. Jadi hidup harus sukses. Sukses adalah
segala-galanya titik. Sukses sukses sukses.
Kata
sukses begitu sering kita dengar. Kata yang sepertinya sangat
nikmat dan sayang jika tidak diucapkan. Saya sering melontarkan
sebuah pertanyaan, ”apa yang menjadi cita-cita Anda?”.
Jawabannya singkat dan cepat. Saya ingin jadi orang sukses.
Ketika ditanya lebih lanjut tentang arti kesuksesan jawaban
rata-rata yang keluar sifatnya lebih kepada materi. Ada juga
jawaban seperti, membahagiakan orang tua, tapi lebih lanjut
jika ditanya bagaimana caranya membahagiakan orang tua. Jawaban
yang keluar kembali lebih kepada materi.
Gambaran
sukses dalam benak banyak orang sering diartikan kaya. Kaya
berarti ia memiliki kemampuan untuk mendapatkan fasilitas
atau materi dengan lebih mudah dibandingkan kebanyakan orang
pada umumnya.
Contoh sederhana ukuran umum yang dipakai untuk mengatakan
seseorang kaya; ia memiliki rumah pribadi 5, atau mempunyai
mobil lebih dari 2 dan selalu berganti-ganti tiap tahun.
Sementara untuk masyarakat umum untuk memiliki 1 rumah dan
satu mobil saja sulit apalagi 5 dan berganti-ganti.
Sukses
juga sering dikaitkan dengan menjadi terkenal atau karena
seseorang memiliki jabatan tertentu yang mentereng (diingini
banyak orang). Tidak heran Kata sukses menjadi barang dagangan
dan komoditas kata yang sangat menjual.
Hal ini bisa dilihat dari fenomena banyak pelatihan dan seminar
menggunakan kata sukses. Marilah kita berhenti sejenak merenungkan
arti sebuah kesuksesan. Apakah ada orang yang disekitar anda
yang sukses? Ukuran apa yang anda gunakan untuk mengatakan
bahwa orang tersebut sukses? Apakah semua melulu diukur dengan
materi?
Dalam
kamus kata sukses (success= bahasa inggris) berarti keberhasilan
atau hasil yang lebih baik.
Ada benarnya bahwa sukses bila dikaitkan dengan materi berarti
memiliki sesuatu yang lebih oke dari sebelumnya. Misalnya,
dulu belum punya rumah sekarang punya rumah 5 buah dan besar-besar
pula. Banyak orang yang mengenal dan melihat dari luar akan
langsung berkata ”wah sekarang dia sudah sukses”.
Sukses
dalam artian materi, memiliki lebih baik dari sebelumnya adalah
tidak salah. Tapi sayangnya kecenderungan orang dalam melihat
kesuksesan dalam artian materi sering menjebak.
Mengapa demikian? Kecenderungan jika menggunakan ukuran materi
sifatnya jangka pendek dan terkadang menghalalkan berbagai
cara, serta menumpulkan kepekaan sosial. Padahal cara-cara
jangka pendek dan instan tidak memiliki daya yang tahan lama.
Sebentar saja karatan, keropos dan akhirnya menjadi bangkai.
Sia-sia
Oleh
karena itu penting sekali bagi seseorang untuk memikirkan
ulang arti kesuksesan. Kesuksesan bukan sekedar mendapatkan
materi yang lebih baik dari sebelumnya melainkan kesuksesan
adalah buah dari pertumbuhan kualitas pribadi. Pertumbuhan
kualitas pribadi yang semakin baik inilah yang akan menentukan
kesuksesan seseorang dalam jangka panjang, berdaya tahan dan
berdampak sosial yang positif. Satu hal yang penting bahwa
pertumbuhan kualitas pribadi bersifat internal. Artinya sangat
unik, sesuai dengan ciri khas masing-masing pribadi. Oleh
karena itu arti sebuah kesuksesan adalah personal. Tidak umum.
Sukses bagi seseorang belum tentu sukses bagi orang lain.
Sebagai contoh, seorang merasa sukses jika mampu mendirikan
perusahaan tapi bagi orang lainnya mungkin sukses itu cukup
dengan menjadi seorang profesional yang terpercaya.
Jadi
sekali lagi sukses itu personal, kesuksesan saya berbeda dengan
sukses anda.
Kita
perlu mengevaluasi pertumbuhan kualitas pribadi kita. Pertumbuhan
kualitas pribadi yang sehat inilah yang akan menuntun seseorang
untuk mencipta makna (yang berarti/bermanfaat dalam hidup).
Mari bertanya, kualitas pribadi apa yang sudah saya miliki?
Dengan menjawab pertanyaan tersebut apakah anda merasa bermakna?
Semakin anda memiliki jawaban beserta bukti-bukti refleksi
dalam hidup anda maka anda akan semakin merasa bermakna tetapi
sebaliknya jika semakin anda tidak mampu menjawabnya anda
semakin merasa kurang bermakna atau tidak merasa apa-apa.
Banyak
contoh kesuksesan yang bisa dipelajari. Warrrent Buffet dan
Bill Gates saat ini menjadi orang terkaya di dunia. Tapi masing-masing
memiliki kekhasan suksesnya. Warrent Buffet sukses karena
kejeliannya dalam berinvestasi. Bill Gates sukses dalam keahliannya
dalam bidang software komputer. Kita juga punya contoh kesuksesan
yang tidak perlu kaya materi seperti mereka. Mahatma Gandhi,
dia adalah orang yang sukses dengan berhasil membebaskan India
dari penjajahan Inggris. Mother Theresa, seorang yang sangat
terkenal. Ia sukses karena kepeduliannya kepada
orang-orang miskin di Calcuta. Satu hal yang bisa dipelajari
dari kesemua tokoh sukses di atas dengan meihat sejarah hidupnya,
kesuksesan tidak datang mendadak. Tidak ada yang instan. Mereka
Semua sadar betul bahwa kesuksesan mereka dibangun atas kualitas
pribadi yang sehat dan merupakan hasil dari sebuah proses
yang panjang.
Pianis
Hee Ah Lee, seorang yang cacat dari lahir hanya mempunyai
4 jari yang tidak sempurna dan kaki yang hanya sampai ke lutut
, ternyata ia mampu membuat kesuksesan. Mengapa? Karena ia
telah membangun terlebih dahulu kualitas pribadinya. Ia mandiri,
mau belajar, tekun dan memiliki tujuan jelas yaitu memiliki
keterampilan bermain piano. Ia sukses saat ini. Ia percaya
diri, cukup materi dan terkenal. Tapi kesuksesannya tidak
berhenti di situ. Ia dikatakan sukses karena berdampak
sosial yang nyata bagi kehidupan orang lainnya. Ia menjadi
inspirasi bagi banyak orang lain, terlebih bagi orang cacat
lainnya. Ia
telah memberi makna bagi kehidupan. Ukuran kesuksesan menjadi
sederhana bukan? Kalau boleh saya simpulkan, kesuksesan
adalah kemampuan kita memberi manfaat yang lebih baik bagi
kehidupan orang lainnya? (jika anda setuju). Jika tidak
bukanlah kesuksesan sesungguhnya
Materi
dan kehormatan akan datang dengan sendirinya. Materi dan kehormatan
hanyalah sebuah hadiah tambahan yang diberikan Cuma-Cuma oleh
hidup atas pertumbuhan kualitas pribadi kita masing-masing.
Bahkan kita boleh membaginya. Bukan untuk dipegang sendiri.
Marilah
kita mempertanyakan kembali arti kesuksesan, apakah sukses
yang saya dan anda kejar adalah sukses yang sesungguhnya?
Sukses yang memiliki manfaat bagi orang lain. Langkah sederhana
untuk memperoleh sukses yang berdaya tahan dan jangka panjang
dengan berjuang membangun pertumbuhan kualitas pribadi yang
sehat dan produktif. Langkah berikutnya menyadari bahwa kesuksesan
kita khas dan unik, berbeda dengan kesuksesan orang lain.
Semoga kesuksesan itu membuat kita lebih menghargai diri dan
dihargai oleh sekitar kita
How
To Attain All Your Goals With Effortless Achievement, Guaranteed!
by David Cameron
Can
you really achieve your money, health, relationship and other
goals effortlessly or do you have to struggle? Can move in
a way that guarantees that your goals are achieved, or are
you at the mercy of luck?
Yes,
you can achieve your goals effortlessly. As much as your logical
mind may tell you that effortless goal achievement is impossible,
that is still a conditioned belief. For evidence, look to
nature.
How
do you suppose a tiny seed grows into a giant tree with no
construction workers supervising the ‘building’
of that tree? How do you suppose you grew without any effort
on your part from a tiny egg and sperm into a full grown being?
Yes, you ate, but you didn’t have to do anything to
grow. How do you suppose this entire planet has sustained
itself for millions and millions of years without any trucks
coming in from outer space with food and material deliveries?
Nature, by nature, moves forward effortlessly.
Have you
ever observed the ocean’s waves crashing at a beach?
Do you know how much electricity and technology, work and
money, would have to go into a machine that would replicate
that if we were to build one? Yet nature creates crashing
ocean waves the world over for your enjoyment, free, and without
any effort on the part of the ocean. Simply by being an ocean,
and working with the laws of the universe, tremendous power
is released effortlessly.
And
that brings us to the part about the guarantee. Yes, your
goals can be achieved in a guaranteed way. The amazing thing
about the universe is that it is an organized place. The whole
of it is one big miracle! And what keeps it going is what
you may call laws of the universe. Now, these laws never err
even once (you can imagine what a disaster that would be if
they did).
So
here is how your guarantee comes in: If you flow against these
laws, then you have to struggle to achieve anything. If you
flow with the laws, then, by nature, you enter effortlessness.
Now we
shall look at the one law that we need to know about for effortless
achievement of your goals.
This
is the Law of Attraction. Scientifically, you may think of
it as harmony, like in music. Sounds that are of a matching
frequency and wavelength will resonate and create harmony.
They build upon each other. In fact, they activate each other.
When you strike a pitching fork when in a silent room, any
object that would resonate with the sound coming from that
tuning fork will begin to vibrate and hum in resonance! Do
you see the science behind that? Like energy attracts and
builds, unlike energy repels and destroys.
Ok,
now let us look at something else. In the above example, it
must have occurred to you that it is the vibration from the
tuning fork that activated other objects in the room to vibrate
as well. Vibration. That is the key. Everything in this universe
is made of energy. In fact, it is not made of energy, it is
energy. It is only your five senses that trick you into seeing
forms. Forms are simply the brain’s interpretation of
various energy activities. Now, all energy vibrates. You vibrate.
In
fact, you are like a giant transmitter and receiver, always
sending out and receiving frequencies. That is why you hear
a cheap radio crackle with interference when you walk near
the antennae. So let us get that settled. You vibrate, and
that vibration rate changes. For example, when you are happy,
you vibrate faster and you feel lighter. And vice versa. In
fact, everything becomes lighter as it increases its vibration
(think of ice becoming water and then steam through the action
of heating and thus raising vibration). So you vibrate and
so does everything else.
So what?
Simple. Let us quickly review.
1.
Vibration is in everything, including you and the things you
desire in your goals.
2.
Like vibration matches, attracts, and builds. Unlike vibration
repels and destroys.
3.
This is a Universal Law that never once decides to act otherwise.
You can call it the Law of Attraction. It is based on the
scientific working of energy, the stuff we and everything
else is.
Therefore, to get or achieve something, match yourself with
its vibration. How do you know what your vibration is? You
know by what you feel. Your feelings are your indicator of
your vibration. And your imagination, your thoughts, activates
your feelings.
To
get or achieve something, match yourself with its vibration.
And your imagination, your thoughts, activates your feelings.
Let
us see exactly how that is done. These steps can be expanded
for more accuracy, but the following quick summary will
get you started very well.
1.
First, decide what your goal is. For this example, let us
assume that your goal is to have a new car. Write that down.
It is very important that you write it down, as that crystallizes
your thoughts and gives a boost to the manifestation process.
2.
Next, get some pictures that are similar to the end result
of your goals. You will use these to help you imagine, visualize,
and therefore match your vibration to your achieved goal and
therefore make it happen. For example, if you wish to have
a new car, get some pictures of the type of car you would
like. You can get those free off the internet. If you know
exactly which model of a car you would like, get pictures
of that model.
3.
Now it is time to program your conscious and subconscious
mind, and your emotions, so that they all match your goal.
In our new car example, take some quiet time to familiarize
yourself with how it would feel like to actually have this
new car. First of all, clearly write down the features you
would like in this new car. We shall call this the form. Now,
even more importantly, write down the feelings you expect
to get from this new car. Include feelings, sights, sounds,
tastes, smells, and touch. Also write down the benefits you
expect to get from this car, and the reasons why you desire
this new car. We shall call this the essence.
4.
In your mind, combine the form and the essence, and the pictures
you collected. The idea is to familiarize your conscious and
unconscious mind, and your emotions, with the total feelings
of having achieved your goal already. Close your eyes and
just imagine yourself at the point just after you achieve
your goal. Run that movie in your mind’s eye, including
all aspects of form and essence. Do this 10, 20 or even 100
times, as many as you feel is necessary until it feels natural
to you. It should feel like the next natural step is for it
to actually happen. Once you capture the totality of that
feeling, you have got yourself a matching vibration to your
goal.
5.
Next, clear yourself of any vibrations that contradict your
goal. You cannot achieve a goal if you vibrate against it.
For example, a contrary vibration is disbelief or a feeling
that you are not worthy or capable of achieving such a goal.
6.
Once you have your matching vibration and have eliminated
contradicting vibrations, you are done. Whenever you think
of your goal, bring up the total feeling. Whenever a contrary
feeling comes up, gently let it go (don’t engage it)
and bring up the matching feeling.
7.
Detach yourself from two things: time and form. The universe
delivers by essence primarily. The feeling you put out, the
essence, is what will come back. In other words, the solution
that will be brought to you will bring you the essence you
held when you were visualizing your goal. Sometimes that form
may be the exact one you had in mind, sometimes it will be
different. Just know two things; the universe always delivers,
but in its infinite intelligence it delivers in the form most
suitable to the essence it received. What does this mean to
you? Well, for one, don’t insist that your new car will
come through any particular sequence of steps, or from your
income and savings, or from a particular shop, and so on.
Don’t insist on the particular car (form). Don’t
insist on the timing. You do not know what the most efficient
delivery is. Your view is definitely more limited than that
of the universe. Any insisting will only mess with the vibration
(you will feel disappointed because you will have judged yourself
so based on your insisting). Let go. Detach yourself from
form and time. For certain, a form that accurately matches
the essence you put out will be delivered to you. That is
guaranteed. Let go, detach, as if it didn’t matter.
Let go of that feeling of neediness.
8.
Act when called upon. As you go about your life, certain things
and people will come your way. This is the universe orchestrating
a synchronicity of events that will lead to your goal being
achieved. Stay present and alert. When these come, act upon
them.
Remember always to be detached. Act purely for the sake of
acting, not insisting on a particular outcome. You will find
yourself miraculously having achieved your goal, out of the
blue, step by step, in a most amazing way that you could not
possibly have planned for!
It
is very true that you can have anything if you believe it.
But remember, if you are having trouble finding your faith,
simply look instead at the system, and you will see that faith
is not even necessary, once you know that the system has been
created by the Creator to work perfectly all the time, regardless.
What you put in is what you get out. Your job, then, is simply
not to think against yourself, and as long as you don’t
think against yourself, all your desires will naturally manifest.
I wish you the highest possible achievements.
(Thank you David for wonderful
writing - Octavian Elang Diawan)