SEKARANG
ANDA SUDAH KAYA
Oleh: Sugeng Widodo *
Barangkali
tidak terfikir bahwa sesungguhnya setiap orang memiliki
aset yang jika dinilai dengan Rupiah tak terhitung jumlahnya.
Dengan aset pribadi yang dimiliki saat ini setiap orang
layak mendapatkan yang terbaik. Sayangnya sebagian besar
orang belum menyadari fakta ini dan akhirnya aset yang besar
itu cenderung diabaikan begitu saja.
Kalau
Anda diminta untuk menunjukkan satu hal saja yang membuktikan
bahwa Anda adalah orang kaya, apa jawaban Anda? Saya berpendapat
jawaban yang paling tepat adalah anugerah Tuhan berupa kehidupan.
Singkatnya, kita masih hidup saja itu sudah merupakan kekayaan
yang luar biasa nilainya. Semua yang kita capai dan kita
miliki menjadi tidak bernilai di dunia ini kalau kita tidak
hidup. Apapun keadaan kita jika masih hidup, kita layak
bersyukur. Mengapa? Karena hidup adalah bagian dari kekayaan
kita.
Ingat bahwa kehidupan ini adalah pemberian Allah. Setiap
saat apabila Dia menghendaki bisa saja mencabut pemberian
itu dari kita. Ingin bukti, pada tahun 2007 setidaknya ada
dua selebriti yang meninggal dunia secara mendadak. Belum
hilang ingatan kita pada Juli 2007 Taufik Savalas, komedian,
presenter, pemain sinetron, dan bintang iklan terkenal meninggal
dunia akibat kecelakaan lalulintas di Purworejo Jawa Tengah
dalam perjalanan pulang ke Jakara. Padahal hari sebelumnya
ia sehat wal afiat.
Di penghujung 2007 tepatnya pertengahan Desember, komedian,
pemain sinetron, dan bintang iklan yang terkenal Basuki
juga meninggal secara mendadak ketika sedang bermain futsal
di Cibubur Jakarta. Padahal, sebelumnya, menurut keluarga,
almarhum tidak ada tanda-tanda sakit.
Hidup ini perlu kita syukuri. Sebut saja misalnya, kita
masih bisa bangun setiap pagi, tidur setiap malam, bernafas,
makan, melihat, mendengar, berjalan, dan bekerja. Demikian
pula kita punya keluarga, teman, tubuh yang sehat, kemampuan
berfikir, hati untuk merasakan, beribadah kepada Tuhan,
waktu 24 jam sehari, dan maupun yang lainnya.
Jadi, rasanya kita tidak ada alasan lagi untuk merasa berkecil
hati, tidak percaya diri, merasa kurang beruntung, stres,
dan sebagainya. Fakta membuktikan banyak potensi terdapat
di dalam diri kita. Semua potensi itu merupakan aset yang
nilai ekonominya bukan sekedar jutaan Rupiah, miliaran Rupiah,
bahkan bisa tak terhingga nilainya tergantung kita memaknainya.
Tubuh yang Sehat dan Kesempatan
Setelah kehidupan barangkali kekayaan kita
kedua yang paling penting dalam hidup ini adalah kesehatan
dan kesempatan. Dalam sebuah hadits, Nabi Muhammad SAW menegaskan
begitu tinggi nilai kesehatan dan kesempatan. Beliau bersabda,
”Ada dua macam kenikmatan yang sering diabaikan oleh
sebagian besar orang yaitu kesehatan dan kesempatan.”
Tak seorang pun yang membantah bahwa saat ini biaya perawatan
di rumah sakit tergolong tinggi. Jika Anda sakit dan dirawat
di rumah sakit, paling cepat tiga hari baru pulang. Biaya
untuk perawatan di rumah sakit selama tiga hari itu memakan
biaya jutaan bahkan bisa puluhan juta Rupiah. Berapa Rupiah
Anda menghargai nilai satu tangan Anda. Apakah Anda bersedia
dibayar 100 juta Rupiah untuk satu tangan Anda. Bagaimana
dengan kaki Anda, mata, telinga, hidung, organ tubuh lain
seperti ginjal, jantung, hati, otak di kepala, dan sebagainya.
Berapa nilai Rupiah semua yang ada di dalam diri kita sungguh
tak ternilai harganya.
Coba bayangkan, kalau fungsi otak kita diambil oleh Tuhan.
Mungkin akibat suatu kecelakaan, kita mengalami kerusakan
di bagian otak sehingga otak itu tidak lagi berfungsi secara
normal. Apa yang terjadi, mungkin syaraf-syafaf tubuh kita
rusak yang mengakibatkan bagian-bagian tubuh kita menjadi
tidak berfungsi dengan baik. Hidup kita pun menjadi tidak
berguna seperti yang kita inginkan. Artinya, berapa nilai
otak kita? Anda tentu setuju kalau dikatakan bahwa nilai
otak kita sungguh luar biasa. Tak seorang pun yang berakal
sehat mau ditukar otaknya dengan apapun di dunia ini.
Jika tubuh sehat banyak kesempatan terbuka bagi kita untuk
melakukan apapun yang kita inginkan. Kesempatan mencari
nafkah untuk keluarga. Kesempatan untuk belajar meningkatkan
keahlian dan komptetensi. Kesempatan menyiapkan bekal di
akhirat melalui prestasi ibadah. Kesempatan untuk bercinta
dengan kekasih. Kesempatan untuk memenuhi kebutuhan keluarga.
Kesempatan menikmati hobi, dan masih banyak kesempatan lain.
Mental dan Spiritual
Kalau yang fisik dalam bentuk organ tubuh yang kelihatan
saja begitu tinggi nilainya apalagi yang tidak tampak, seperti
pikiran, perasaan, dan kesadaran spiritual. Banyak hal yang
tidak tampak oleh mata tetapi perannya sangat besar dalam
hidup kita. Sayangnya karena hal-hal yang tidak tampak itu
menjadi bagian dari hidup kita yang sudah biasa kita alami
maka kita pun cenderung kurang memperhatikan. Padahal segala
sesuatu yang tidak tampak itu boleh jadi kekuatannya justru
sangat dahsyat. Anda ingin tahu buktinya?
Anda percaya keberadaan Tuhan. Bagi kita yang percaya keberadaan
Tuhan, kehadiran Tuhan dalam hidup kita dan di alam ini
sungguh mutlak dan penentu segala-galanya. Penjelasan yang
lebih sederhana misalnya tentang pikiran. Banyak pakar di
bidang pengembangan diri mengungkapkan betapa pikiran memiliki
kekuatan yang besar. Salah satu kekuatan pikiran adalah
kekuatan daya tarik. Jika Anda memiliki suatu ide maka ide
itu akan menarik segala sesuatu yang sesuai dengan ide tersebut.
Jika Anda seorang agen asuransi punya ide bahwa tahun ini
merencanakan punya penghasilan setahun sebesar Rp 1 miliar
dari hasil komisi. Ide ini kalau terus menerus terlintas
dalam pikiran Anda dan akhirnya Anda pun percaya bahwa penghasilan
sebesar itu dapat direalisasikan, maka seiring dengan jalannya
waktu Anda pun akan menarik semua hal yang sesuai dengan
ide tersebut.
Anda akan dibimbing oleh pikiran bawah sadar
Anda melalui pengaktifan sistem reticular untuk membantu
Anda mewujudkan ide itu menjadi kenyataan. Misalnya, Anda
akan memiliki ide kreatif untuk mencari prospek yang potensial,
Anda akan bertemu dengan orang-orang yang tepat, Anda akan
melihat pasar-pasar potensial siap untuk digarap, dan akhirnya
Anda pun dapat mewujudkan ide Anda menjadi nyata.
Perasaan termasuk benda yang tak kelihatan, tetapi memiliki
kekuatan yang dasyat. Anda ingat peristiwa bom yang meledak
di Kuta, Kedutaan Besar Australia di Jakarta, Hotel Marriot,
dan berbagai peristiwa teror yang memakan banyak korban.
Semua itu juga buah dari ledakan perasaan mungkin marah,
benci, atau kerinduan untuk mati sahid. Intinya perasaan
memiliki kekuatan menggerakkan suatu tindakan.
Mari kita lihat pengalaman kita sendiri sehari-hari. Sebagai
agen asuransi Anda tentu berkewajiban berkunjung ke prospek
untuk presentasi penjualan. Lalu mengapa Anda merasa berat
untuk meninggalkan rumah, meninggalkan kantor, untuk pergi
bertemu dengan prospek. Pernahkah Anda mengalami perasaan
malas, jenuh, kecewa, sakita hati, marah, sehingga Anda
akhirnya memilih tidak berkunjung ke prospek dan lebih memilih
tinggal di kantor atau di rumah saja. Itu menunjukkan bahwa
perasaan, benda yang tidak tampak, juga berperan besar untuk
membuat Anda bertindak atau tidak.
Pikiran dan perasaan kita apabila dikelola dengan baik maka
akan menjadi kekuatan kita untuk meraih banyak hal yang
kita inginkan. Sebaliknya, apabila kita tidak secara sengaja
mengelola dengan baik pikiran dan perasaan kita, maka otomatis
kita pun akan mudah dikendalikan pikiran dan perasaan yang
mungkin justru dapat merugikan kita sendiri.
Aspek lain yang tidak dapat diremehkan adalah aspek spiritual
dalam diri kita. Kesadaran kita untuk memaknai apa yang
kita miliki, kita lakukan, dan apa yang ada di lingkungan
ikut menentukan apakah kita dapat menikmati hidup ini atau
tidak.
Secara faktual, motivasi yang memiliki kekuatan sangat besar
untuk mengubah hidup kita adalah motivasi yang bersumber
dari nilai-nilai spiritual. Nilai-nilai spiritual bisa bersumber
dari manusia, alam, dan Tuhan. Nilai-nilai spiritual memang
tidak selalu berhubungan dengan agama. Tetapi, nilai-nilai
spiritual yang dapat menjamin hidup kita menjadi lebih baik
dan berbahagia adalah nilai-nilai spiritual yang dikaitkan
dengan keberadaan Tuhan.
Pikiran dan perasaan maupun spiritual kita sungguh merupakan
aset yang dapat kita gunakan untuk meningkatkan level kehidupan
kita menjadi lebih baik. Semua tergantung pada Anda pribadi.
Mau atau tidak, bisa atau tidak, menggunakan semua aset
itu untuk beranjak dari keadaan Anda sekarang kepada keadaan
yang lebih baik lagi.
Pengalaman dan Jaringan Sosial
Perjalanan hidup kita selama ini, dalam bentuk pengalaman
maupun hubungan sosial, sesungguhnya juga bagian dari kekayaan
kita yang siap untuk dijadikan modal meraih masa depan gemilang.
Berapa usia Anda sekarang? Bukankah sepanjang hidup Anda
selama ini mengandung banyak pengalaman sekaligus hubungan
dengan banyak orang. Pengalaman dan orang-orang yang telah
Anda kenal sejak sekolah Dasar, SMP, SMU, dan Perguruan
Tinggi adalah aset Anda.
Ada ungkapan bijak ”Pengalaman adalah guru yang paling
baik”. Pengalaman hidup Anda bertahun-tahun sesungguhnya
merupakan tabungan yang nilainya tinggi. Tabungan itu bisa
berupa pengetahuan, ketrampilan, maupun teman.
Tabungan yang bersumber dari pengalaman itu dapat menjadi
petunjuk serta modal untuk mendapatkan apa yang Anda inginkan.
Kabar baiknya, Anda pun bisa belajar dari pengalaman orang
lain yaitu teman, atasan, maupun keluarga Anda. Dengan belajar
dari pengalaman orang lain, Anda bisa mempersingkat waktu
karena tidak perlu mengalami sendiri dalam kurun waktu yang
panjang. Bahkan, Anda pun bisa menghemat energi dan usia
Anda untuk hal-hal yang lebih penting.
Secara spesifik saya perlu menekankan pentingnya modal sosial
atau jaringan sosial bagi Anda. Jika profesi Anda di bidang
penjualan termasuk agen asuransi jiwa, Anda membutuhkan
jaringan sosial yang besar. Siapa yang Anda kenal, siapa
yang mengenal Anda, bahkan siapa yang dikenal oleh teman-teman
Anda, bisa membantu Anda meraih keberhasilan bisnis.
Intinya, untuk meningkatkan pertumbuhan bisnis dan memperbaiki
kondisi ekonomi, kita membutuhkan modal sosial yaitu: Pertama,
jaringan sosial berupa nama-nama yang telah Anda kenal.
Kedua, kemampuan Anda mengembangkan jaringan sosial. Jika
kita mampu meningkatkan dan memberdayakan secara efektif
modal sosial yang menjadi bagian kekayaan kita ini maka
keberhasilan tinggal menunggu waktu saja.
Anda Layak Mendapatkan Yang Terbaik
Fakta-fakta yang ada di dalam diri maupun di sekitar kita
menunjukkan bahwa sesungguhnya setiap orang dan kita semua
adalah orang kaya. Jika Anda masih merasa berat hati menerima
pernyataan di atas, mungkin Anda lebih setuju dengan pernyataan,
setiap orang berpotensi menjadi orang kaya.
Dengan segala potensi yang kita miliki, sungguh kita layak
dan sangat layak menjadi orang hebat dan memiliki level
kesejahteraan yang baik, lebih baik, dan lebih baik lagi.
Untuk mewujudkannya memang tidak mudah seperti membalikkan
tangan. Diperlukan usaha, waktu, kemampuan, dan kerja keras.
Itu juga berarti tidak alasan bagi kita untuk merasa tidak
punya modal, tidak punya bakat, bahkan tidak boleh ada perasaan
sedikit pun dalam diri kita bahwa kita tidak layak mendapatkan
kehidupan yang baik. Kita punya hak, potensi, dan kesempatan
yang sama untuk meraih kehidupan yang baik bagi diri maupun
keluarga. Ingat kita semua orang kaya, setidaknya berpotensi
menjadi orang kaya, layak mendapatkan yang terbaik dalam
hidup ini.
Mulai sekarang kita perlu mengganti citra diri yang sebelumnya
negatif dan tidak mendukung kita, dengan membentuk citra
diri baru yang positif. Citra diri sebagai orang yang layak
sukses, sejahtera, dan bahagia. Dengan kata lain kita harus
memandang diri kita sendiri sebagai orang yang memiliki
kemampuan menjadi orang sukses, orang yang hidup sejahtera,
dan orang yang hidup bahagia. Tidak boleh ada lagi pikiran,
perasaan, dan pandangan negatif terhadap diri sendiri.
Singkatnya kita harus berdamai dengan diri
sendiri dulu. Kita harus memaafkan diri kita sendiri yang
selama ini telah memandang diri sendiri secara negatif.
Memaafkan orang lain yang selama ini telah meremehkan kita.
Lupakan semua pengalaman negatif di masa lalu.
Saatnya sekarang kita menyadari bahwa diri kita adalah orang
berpotensi untuk menjadi orang sukses, kaya dan terhormat.
Anda layak mendapatkan yang terbaik dalam hidup ini termasuk
kekayaan, kesejahteraan, dan kebahagiaan. Kekayaan yang
sesungguhnya bukanlah kaya harta tetapi kaya hati. ***
*) Staf Ahli Direksi AJB Bumiputera
1912