Klik disini klik disini klik disini klik disini klik disini





Kategori Artikel
Filsafat Sukses
The Attractor Factor
Keterampilan Hidup
Kiat Sukses Bisnis
Kiat Sukses Belajar
Kiat Sukses Mengajar
Kiat Sukses Bercinta
Spiritualitas Kerja
Psikologi Terapan

 


Burung Pung

Oleh: Octavian Elang Diawan

Di Tiongkok ada kisah tua tentang burung bernama Burung Pung. Burung Pung adalah elang maharaksasa dengan rentangan sayapnya mencapai ribuan kilometer. Suatu kali Burung pung berada di suatu daerah di utara. Burung Pung sering menjadi bahan olok-olok burung-burung kecil karena sulitnya bergerak. Burung-burung kecil begitu mudah terbang dari dahan ke dahan dengan sangat lincahnya, nyaris tanpa kesulitan. Sedangkan Burung Pung tidak demikian, mengangkat tubuhnya untuk berdiri saja memerlukan miliaran newton, apalagi terbang. Burung Pung bila berada di tanah menjadi lempengan batu gunung hitam kecoklatan raksasa yang tak mampu bergerak.

Burung ini sedang berada di Utara. Ia begitu memimpikan Negeri Selatan karena di negeri inilah ia akan menikmati kehidupan yang diimpikannya, negeri yang berlimpah dengan makanan dan kenyamanan komunitas yang cocok baginya. Dengan tekad bulat Burung Pung menyiapkan petualangannya. Yang dia kerjakan pertama kali adalah berputar-putar dengan susah payah di tanah. Perlahan-lahan ia berputar di tanah selama beberapa hari sehingga terciptalah badai tornado maha mengerikan dari putaran sayapnya. Hari-hari berikutnya perputaran itu semakin cepat dan perlahan tubuhnya terangkat vertikal. Burung Pung mengerahkan tenaga ekstra karena ia harus melawan gaya beratnya sendiri dan menciptakan daya angkat melalui sayapnya. Fase ini menjadi fase yang melelahkankan sekali secara fisik maupun mental. Selaian kelelahan fisik ia juga harus menghadapi kenyataan bahwa ia telah mengacaukan dunia: pohon bertumbangan, terjadi ombak tsunami, pemukiman penduduk hancur berantakan. Ia menjadi bahan umpatan jutaan makhluk yang akhirnya kehilangan nyawanya.Tetapi ia harus merelakan itu semua terjadi untuk mendapatkan takdir kebahagiaannya sebagai burung Negeri Selatan alih-alih mati dan menjadi sumber penyakit di Negeri Utara.



 


















Burung Pung makin cepat berputar sehingga tekanan udara di bawah sayapnya membuatnya makin terangkat hingga mencapai ketinggian tertentu di mana burung tersebut merasakan kekuatan hembusan angin yang cukup untuk membantunya menjelajah dunia menuju ke Negeri Selatan. Kemudian raksasa ini mulai mengarahkan diri menuju selatan dengan gagahnya, meninggalkan kehancuran kehidupan di Utara. Selama penerbangan yang memakan waktu ratusan tahun, ia nyaris tak menghadapi rintangan berarti. Awan dan angin sakal hanyalah hal kecil yang tidak mencemaskan karena ia lebih dahsyat dari rintangan itu......

Seperti apakah Anda dan saya? Apakah seperti burung-burung kecil lincah yang tidak berbahaya bagi orang lain namun hanya mampu terbang setinggi 200 kaki lalu hinggap di pohon lagi, ataukah seperti burung Pung dahsyat yang mampu menjelajah ribuan kilometer tanpa hambatan menuju tanah terjanji?

Andy Lee Carpenters adalah pemuda cerdas lulusan universitas di Nashville Tenesse. Ia tipe pemuda berkemauan keras untuk menjadi manajer berhasil dalam sebuah perusahaan produksi makanan. Namun ia nyaris tak memiliki keterampilan dan pengalaman kepemimpinan. Walaupun demikian ia tetap diberi kepercayaan memimpin. Orang mengakui kemampuan adaptasi dan semangat belajarnya yang hebat. Pada awalnya ia menerima kritikan-kritikan pedas karena ketololannya dan keputusannya yang serba salah. Sebagian besar orang kecewa telah memilih dia sebagai pemimpin. Di bawah kepemimpinannya kinerja produksi tak mengalami kenaikan, kreativitas terhenti, motivasi lemah....Bahkan ia nyaris diberhentikan secara paksa dalam suatu rapat dewan pemegang saham. Kritikan semakin hari semakin keras dan ia benar-benar menjadi bulan-bulanan massa. Pokoknya telah terjadi tornado dan gempa bumi yang meluluhlantakkan kehidupan. Namun Andy adalah burung Pung sejati, ia terus belajar dari keslahannya. Kritik yang begitu pedas memang kadang kala menjatuhkan mentalnya, namun dengan semangat belajar ia berhasil memanfaatkannya sebagai bahan belajar untuk lebih mampu memimpin. Perlahan tapi pasti Andy makin cepat berputar dan tubuhnya mulai terangkat vertikal. Andy ’tak peduli’ dengan kerusakan-kerusakan di bawahnya. Ia begitu percaya dengan tujuannya. Andy makin percaya diri ketika semakin lama semakin mendekati ketinggian yang dibutuhkannya untuk mulai terbang sebagai pemimpin paling sukses. Kemudian orang-orang mulai menghargai kemampuan kepemimpinannya. Andy menjadi lebih terorganisir, lebih kreatif, lebih santai, lebih kritis, lebih peka, lebih komunikatif, lebih tegas.... ya semua yang menjadi syarat kepemimpinan masa kini.

Tidak semua orang menginginkan dirinya menjadi pemimpin. Tetapi seperti burung Pung, setiap orang memimpikan untuk meraih Negeri Selatan-nya sendiri-sendiri. Beberapa orang ingin menjadi penulis hebat, yang lain ingin menjadi ahli matematika, yang lain lagi ingin menjadi petani. Burung Pung sejati akan melewati fase kesulitan tanpa menolakya, bila ia menolak maka ia akan mati bahkan menjadi sumber penyakit bagi jutaan makhluk yang ada di dekatnya.

Bila

Anda telah menetapkan sebuah tujuan yang memiliki nilai, maka beraksilah sebagai seekor burung Pung. Kemungkinan terjadi tornado, tsunami dan gempa adalah hal yang lumrah. Branilah untuk mengambil risiko itu alih-alih Anda menjadi bangkai dan sumber petaka yang lebih besar bagi Anda dan lingkungan. Presiden Rosevelt adalah contoh burung Pung yang bisa menjadi teladan keberhasilan Anda.

Copyright@2008 - Enlighten Human Development Center
All Rights Reserve