Pernahkah Anda merasa frustasi? Sudah berusaha begitu rupa mengubah diri tapi tidak berubah-ubah? Sepertinya sulit dan menemukan jalan buntu. Sudah ikut berbagai pelatihan, seminar dan segala macam yang diajarkan buku atau orang lain... toh hasilnya sama, tidak pernah puas, merasa tidak produktif dan kurang bermakna. Mengapa?
Sebetulnya sederhana melihat akar masalah kenapa sulit sekali seseorang mengubah diri. Itu terbentuk dari pembiasaan di masa lalu. Apa yang terjadi saat ini adalah pembiasaan yang dilakukan sebelumnya. Jika pembiasaan positif yang dilakukan dan baik, maka hasil yang akan dituaipun baik adanya. Tapi sebaliknya, pembiasaan yang negatif yang sering dilakukan maka tindakan negatiflah yang saat ini terjadi. contoh, jika seseorang semenjak kecil sudah terbiasa hidup hemat dan menabung, maka saat ini hidupnya tidak akan kekurangan, kalaupun kekurangan ia punya kekuatan untuk menanggungnya. Karena ia sudah belajar berhemat. Sebaliknya jika seseorang tidak terbiasa menabung dan berhemat, walaupun pemasukannya besar ia terus merasa kekurangan. Jika terjadi kekurangan maka dengan mudah ia meminjam dan ini pasti akan mempersulit keadaan sepanjang hidupnya. Ia akan senantiasa dililit hutang.
Mari kita lihat bentuk-bentuk kebiasaan tidak sehat dan sulit sekali seseorang mengubahnya. Contoh, meludah sembarangan, membuang sampah tidak pada tempatnya, kemalasan, nonton TV berkepanjangan, menunda-nunda pekerjaan, terlambat, gosip, berbelanja, pornografi, gonta-ganti pasangan, merokok, dan banyak kebiasaan lainnya yang bisa kita temukan dalam diri kita masing-masing. Adakah salah satu contoh di atas merupakan kebiasaan yang melekat hingga kini? Bayangkan sejenak! Betapa membelenggu bukan. Sesungguhnya kita menjadi orang yang tidak sungguh merdeka walau nampak merdeka (baca: bebas).
Pertanyaannya jadi bagaimana sekarang mengubahnya? Jika sudah mengakar sedemikian rupa, apakah masih mungkin merubahnya? Selama kita masih bernapas pastilah kita punya kesempatan dan diberi kesempatan. Tapi siapkah kita membayar ongkos perubahan tersebut? Ongkosnya mahal dan yang pasti melibatkan seluruh aspek kehidupan kita. Menyita pikiran, hati, tenaga dan terutama waktu.
Mulailah dari Niat...
Niat ini sangat penting dan berharga. Niat adalah kesadaran yang tumbuh dari hati dan pikiran yang berkecamuk atas ketidakpuasan apa yang terjadi. Cobalah bertanya apa yang menjadi pergumulan Anda? Renungkanlah dan apakah itu sangat membelenggu? Jika anda merasa terbelenggu karenanya berarti Anda tahu itulah yang perlu Anda lepaskan. Contoh, (bagi yang punya kebiasaan melihat pornografi) ketika membuka internet, begitu besar godaan pornografi. Bisakah Anda langsung menghentikan dan tidak membukanya? Sulit bukan. Lebih baik tidak membuka jika pikiran yang berkecamuk masih dipenuhi dengan keinginan melihat. Tapi jika sebelumnya Anda sudah berniat untuk yang positif kemungkinan Anda mampu. Begitu terlintas kembali godaan dan berpikir tentang pornografi sebaiknya berhentilah dan lakukanlah hal positif lainnya.
Berikan pikiran nutrisi yang sehat...
Nutrisi yang sehat bagi pikiran adalah hal-hal positif dan baik. Coba berikan pertanyaan-pertanyaan ini kepada diri Anda.
- Apa sajakah yang membuat diriku bahagia?
- Apakah yang telah saya capai dalam hidup?
- Apakah saya berharga dan bernilai bagi orang lain?
- Apa itu kehormatan dan kemuliaan?
- Kebaikan-kebaikan apa yang telah saya terima dalam hidup dan sangat saya syukuri?
Memikirkan pertanyaan-pertanyaan di atas mengajak kita melihat ke belakang alias merenung (refleksi). Ini adalah penting membuat diri kita lebih sadar tentang apa yang terjadi dengan kehidupan kita sendiri. Kebiasaan memberi nutrisi pada pikiran, membuat kita menjadi lebih peka. Kita segera tahu apakah kita tersesat dan telah melakukan kesalahan atau tidak!
Berikan tubuh nutrisi yang seimbang dan halal...
Banyak orang telah memperoleh manfaat dengan berolahraga termasuk di dalamnya seperti yoga dan Qi Gong. Mengolah tubuh berarti kita berusaha menjaga agar raga tetap prima dalam menjalani aktivitas keseharian. Ada kata bijak "kemenangan sesungguhnya di dapat ketika seseorang berbadan sehat". Anda pintar, berbakat, dipercaya dan diandalkan, tapi sayang Anda berpenyakit. Betapa pun mampu anda melakukannya Anda tidak akan maksimal. Tambahkan pula istirahat dan rileksasi yang cukup ini akan membuat Anda kuat menghadapi tekanan-tekanan hidup.
Makanlah secara wajar dan tidak berlebihan. Tubuh memiliki mekanisme yang sempurna. Ia akan memproduksi apa yang menjadi inputnya. Input yang masuk dalam tubuh baik maka yang ke luar pun baik adanya. Ada yang bertanya, "Saya sudah makan-makanan yang dianjurkan, tapi toh tetap sakit dan tidak enak rasa ditubuh ini". Mengapa? Ada yang percaya makanan halal dan tidak halal. Tapi sebenarnya bukan untuk berhenti dalam konteks makanannya saja. Tapi bagaimana cara didapat makanan tersebut. Contoh, seorang melakukan korupsi dan ia membeli makanan dari uang yang tidak halal tersebut jangan salahkan jika tiba-tiba ia sakit perut. Jika ia lakukan terus menerus sehebat apa pun nutrisi yang masuk kemungkinan besar tetaplah akan berpenyakit. Penyakitnya lebih kronis dari sekedar sakit perut. Perpecahan keluarga, narkoba, dan kehidupan yang tidak nyaman sepanjang waktu.
Berikan lingkungan yang sehat...
Pernahkah Anda hadir di sebuah lingkungan yang berbeda, yang tidak biasa dari keseharian Anda. Contoh, Anda terbiasa dengan lingkungan yang begitu rapi, bersih dan indah. Sekarang datanglah ke lingkungan yang jorok, penuh sampah, tidak teratur dan kumuh. Apa yang anda rasakan? Bayangkanlah sejenak. Tentunya anda akan merasa sebuah situasi yang sangat berbeda dan kontras. Inilah yang disebut dengan medan energi.
Medan energi seseorang dan lingkungannya bisa baik atau tidak baik. Semakin banyak orang yang berkumpul memiliki medan energi negatif dengan sendirinya lingkungan dimana ia tinggal pun cenderung negatif. Di tempat itu cenderung terjadinya tindakan-tindakan negatif. Jika kita sadar bahwa saat ini medan energi saya kurang baik (memiliki kebiasaan yang tidak baik) maka saya butuh medan energi dari lingkungan yang positif. Maksudnya bergaulah dengan orang yang optimis, jujur, berani tampil apa adanya. Orang-orang yang memancarkan kedamaian. Beranilah keluar dari lingkungan anda yang Anda rasa tidak sehat.
Perjalanan merubah diri tidak semudah membalikkan tangan. Butuh komitmen dan bayaran yang mahal. Tapi jika tidak sekarang, kapan lagi? Beranilah membayar. Mulailah dari niat dan temukan pergumulan Anda, semoga Anda menemukan sumber hidup yang tidak pernah habisnya. Dan itu ada dalam diri Anda sendiri. Selamat berjuang membaharui diri dan selamat berkarya.
Salam Cahaya, Candratua Sumber inspirasi : Zhuang Falun karya Master Li Hongzhi