Re-Born Training
PJPK Sint Carolus Jakarta |
Sebanyak 29 orang yang kesemuanya adalah personil lembaga layanan
PKPJ Sint Carolus mengikuti kegiatan Re-Born Training yang dilaksanakan
di Wisma Kinasih Caringin Bogor. Pelatihan yang dilaksanakan
pada tanggal 1 dan 2 Mei 2008 ini diikuti oleh seluruh jajaran
PJPK Sint Carolus mulai dari driver hingga direkturnya.
 Pelatihan
ini disebut sebagai Re-Born yang berarti lahir kembali. Hal
ini terkait dengan tujuan pelatihan yang diarahkan untuk membentuk
tim PJPK Sint Carolus yang memiliki dimensi baru, harapan baru,
termasuk infrastruktur baru dalam karya pelayanannya. Seperti
diketahui PJPK Sint Carolus adalah sebuah lembaga karya dari
Yayasan Jaminan Pemeliharaan Kesahatan Masyarakat Sint Carolus
Salemba Jakarta. Lembaga ini berkarya dengan menyediakan produk
jaminan kesehatan bagi masyarakat luas yang tidak dimiliki oleh
lembaga asuransi pada umumnya. Bila lembaga asuransi hanya menyediakan
jaminan pengobatan ketika para pesertanya sakit, maka produk
PJPK memberikan lebih dari itu, diantaranya adalah pendampingan/penyuluhan
hidup sehat, pendidikan hidup sehat bagi para remaja sekolah,
dan lain-lain. Namun pada saat ini lembaga PJPK merasa perlu
menemukan leverages untuk mendongkrak pencapaiannya yang masih
rendah. Dr. Herawati Gani selaku direktur mengemukakan bahwa
tahun ini target yang diharapkan adalah masuknya 1300 peserta
baru.
Pelatihan Re-Born dimulai pada hari Jumat pk.
14.00 diawali dengan sesi motivasional oleh pelatih senior Enlighten
Human Development Center – Bapak Candratua. Sesi ini mengajak
peserta untuk menyadari arti sebuah perubahan (change). Perubahan
digambarkan sebagai sebuah aksi yang sulit karena hambatan gelembung
kenyamanan. Namun perubahan diperlukan untuk mengubah si ulat
lamban yang buruk rupa menjadi seekor kupu-kupu nan lincah jelita.
Setelah itu pelatih Mona mengajak peserta dalam
permenungan diri atas kinerja kehidupan pribadi selama ini.
Dengan merujuk pada indikator spiritual 9 buah roh dan 7 pencapaian
keseimbangan hidup versi John C. Maxwell, peserta melakukan
self assesement. Evaluasi berikutnya diarahkan pada organisasi
PJPK Sint Carolus. Pada sesi ini peserta yang terbagi dalam
kelompok-kelompok memberikan evaluasi kinerja lembaga melalui
dinamika yang disebut Pohon PJPK.
Akhir hari pertama ditutup dengan acara pesta
cahaya yang dipandu oleh Octavian, di mana peserta saling merenungkan
panggilan karyanya sebagai sebuah perutusan pengudusan. Acara
pesta cahaya ditutup dengan saling mendoakan satu sama lain
dalam temaram cahaya-cahaya lilin di tangan peserta.
Hari kedua menjadi hari yang penuh dinamika di mana peserta
mengikuti sesi kepemimpinan dan teamworking yang disajikan dalam
permainan-permainan pos outdoor. Kegiatan yang membutuhkan energi
ini memang cukup melelahkan peserta hingga berakhir saat makan
siang. Namun desain acara yang sedemikian rupa membuat peserta
merasa gembira dan akrab satu sama lain.
Sesi terakhir para peserta mengadakan evaluasi
lembaga secara lebih dalam dan membuat rencana aksi. Namun rupanya
kawan PJPK masih harus belajar banyak bagaimana membuat rencana
aksi yang bermutu.
Acara berakhir pada pukuk 14.30. Dr. Herawati
sebagai direktur berkomentar singkat: ”Surprise dan memberikan
pencerahan.”
Selamat melayani-Nya! (OED)
|