Klik disini klik disini klik disini klik disini klik disini




Kategori Artikel
Filsafat Sukses
The Attractor Factor
Keterampilan Hidup
Kiat Sukses Bisnis
Kiat Sukses Belajar
Kiat Sukses Mengajar
Kiat Sukses Bercinta
Spiritualitas Kerja
Psikologi Terapan



klik disini


Go with The Flow

Demikianlah salah satu judul artikel kecil yang kuterima dari seorang motivator internasional dari Blackpoool, Inggeris, Brother Mandus. Aku tak mengerti makna ungkapan itu hinngga akhirnya alam sendiri yang menyingkapkan kedalaman makna yang terkandung di dalamnya.

Pernahkah Anda mengalami perjuangan hidup yang sedemikian berat dan nyaris tak tertahankan? Atau mungkin Anda meyaksikan seorang kawan bunuh diri karena perjuangan yang memang tak tertahankan? Nah, ajaran Go with The Flow mrngungkapkan kebenaran sederhana bahwa Anda dan mereka yang merasa gagal adalah pribadi yang tidak mengikuti aturan alam Go with The Flow.

Flow berarti mengalir, ya mengalir seperti air sungai di sebuah lembah indah. Bayangkanlah dalam benak Anda ketika seekor ikan kecil terseret arus sungai itu dari hilir mengikuti kelokan arus atau harus turut terjun menuruni tebing setinggi 10 meter. Ikan kecil itu merasa kepayahan diseret arus, bahkan kadang-kadang harus membentur dinding cadas yang mungkin menghadangnya. Namun dalam kepayahannya ia hanya mampu menyerah saja. Menyerah total tidak peduli akan apa yang terjadi. Siripnya diam tanpa perlawanan untuk berenang melawan arus. Kemudian ikan yang kepayahan itu akhirnya menemukan situasi ketika air mengalir demikian tenangnya sehingga ia dengan mudah mencapai ruang sela di antara bebatuan yang kemudian menjadi rumahnya. Ia selanjutnya tinggal di sana, bergaul, beranak pinak dalam kegembiraan mengikuti siklus kehidupan.

Namun apa yang terjadi bila pada awalnya ikan kecil ini memberontak. Ia berusaha meregangkan otot-otot dan tulang sirip serta ekornya untuk melawan arus. Mungkin ia berfikir: “ Oh, jahat benar air ini. Bila aku tinggal di hilir pasti akan tenang sekali. Hilir pasti berupa danau yang sangat luas. Nah, aku harus berenang ke melawannya.”

Anda tak perlu menjadi sarjana naturalis spasial untuk mengatakan bahwa ikan ini hanya menyia-nyiakan hidupnya. Bagaimanapun ia adalah ikan kecil yang otot-ototnya tak mungkin menyamai kekuatan tonnage bulldozer di pusat-pusat pertambangan batubara. Sehingga ikan ini hanya akan mengalami kelelahan dan akhirnya makin lelah atau justru mati karena upaya yang tidak seimbang.

Kawan, siapakah ikan itu? Ya, ikan ini adalah pribadi-pribadi manusia. Kita adalah ikan yang sedang dihadapkan pada arus deras kehidupan ini. Arus ini memiliki iramanya yang unik, kadang kencang kadang lembut, kadang bergelombang kadang terpecah oleh dinding batu cadas. Pergumulan kehidupan adalah sesuatu yang harus terjadi. Namun sikap terhadap arus kehidupanlah yang menentukan keberhasilan kita. Anda yang merasa frustrasi dengan kehidupan bisa kupastikan adalah pribadi yang mencoba melawan derasnya arus. Kita bisa menemui di sana terjadinya kebingungan, depresi dan aneka fasilitas yang mengitari keadaan itu seperti alcohol dan amfetamin. Atau ya atau bahkan bunuh diri.

Kunci keberhasilan kehidupan yang penuh dengan potensi terletak pada kemampuan menghayati Go with The Flow, mengikuti kemana arus membawa. Ikuti saja arus itu. Chi Ning Cu juga mengajarkan hal serupa, bahwa produktivitas dicapai ketika kita membiarkan arus kehidupan yang menentukan. Semua perlawanan justru akan melemahkan daya-daya kreatif dan mukjizat. Catherine Marshall, seorang religius, juga mengatakan hal serupa bahwa kekuatan terbesar manusia dicapai ketika kita berserah total.

Jadi, makna Go with The Flow adalah kita menyerah pada agenda alam.

Bersediakah Anda untuk menerima agenda kematian setiap saat? Regangkanlah otot-otot perlawanan terhadap agenda alam yang pasti ini, maka justru Anda akan terancam kematian lebih cepat alih-alih Anda menerima umur panjang. Bersediakah Anda untuk menerima kerugian kebakaran yang menerima toko Anda? Sikap meneyerah Anda  akan menghanyutkan diri Anda pada suasana ekonomi baru yang tenang nyaman hingga beranak pinak mengikuti siklus alamiah. Anda terkena kanker ganas? Menyerahlah pada agenda alam, maka peluang untuk tersembuhkan akan menjadi lebih besar.

Tetapi jangan salah mengerti, menyerah bukanlah duduk diam berpangku tangan menyaksikan toko Anda terbakar atau anak perempuan Anda yang masih sekolah minggat bersama seorang mahasiswa yang terancam drop out. Menyerah yang dimaksud dalam kebijaksanaan Go with The Flow adalah berusaha yang terbaik, namun tidak memaksakan hasilnya. Menyerah di sini seperti halnya seorang murid sekolah yang berusaha keras belajar mempersiapkan ujiannya, namun tidak memaksakan fisik dan jiwanya untuk mendapatkan nilai A. Ia berkonsentrasi pada upaya terbaik, bukan hasil terbaik. Yang terjadi kemudian mudah ditebak, sang murid mendapatkan nilai A untuk matapelajarannya. Tetapi bila setelah menyerah ia hanya memperoleh B saja, maka itu pun baik, artinya agenda alam masih sedang membawanya pada situasi air yang paling tenang. Ada hal lain yang ingin disingkapkan alam kepadanya.

Jadi ijinkan apa yang sedang menimpa Anda untuk terjadi. Terimalah itu sebagai agenda alam. Terimalah. Kemudian berusahalah yang terbaik untuk memperbaiki keadaan. Berusahalah yang terbaik. Tetapi bebaskan jiwa anda dari tekanan emosi  untuk memperoleh hasil yang Anda harapkan. Inilah inti berserah. DR. Joe Vitale yang terkenal dengan karangannya berjudul The Attractor Factor menyatakan: “Yang harus Anda lakukan hanyalah berserah sambil terus bekerja mengikuti kata hati”. Inilah penyerahan ilahi. Inilah iman yang menggerakkan gunung. Dari sini Anda boleh melihat masalah Anda berguling-guling dengan sendirinya seperti kartu domino.

Penulis : Mr. Octavian Elang Diawan

Copyright@2008 - Enlighten Human Development Center
All Rights Reserve