"SAFETY & COMFORT"
HUMAN FACTOR IN AVIATION TRAINING PT Metro Batavia (Batavia Air)
Salah satu pernyataan regulasi dalam penerbangan adalah perlunya pemahaman mendalam tentang human factor bagi para operator dan pemeliharaan pesawat terbang. Pemahaman human factor dimaksudkan sebagai barikade untuk meminimasi kemungkinan terakumulasinya latent error yang terjadi sehingga kemungkinan terjadinya incident atau accident bisa diantisipasi. Seperti diketahui bahwa operasi angkutan udara merupakan jenis oprasi yang merupakan penanganan khusus. Faktor keamanan - di samping kenyamanan - menjadi prioritas yang utama.
Menyadari kebutuhan ini maka pada hari Jumat tanggal 2 Juli 2010 PT. METRO Batavia dengan mark-nya Batavia Air menyelenggarakan pelatihan Recurrent Human Factor bagi para personil perawatan dan pendukungnya. Sebanyak 21 peserta yang terdiri dari para teknisi, ahli enjin, pesonil GSE, PPC, MMC bergabung mengikuti training yang dilaksanakan sehari penuh di markas Batavia Training Center Bandara Mas Cengkareng. Acara berlangsung dari jam 8.15 hingga 17.45 dengan peserta mayoritas kaum pria dan hanya satu peserta wanita.
Materi acara terbagi dalam tiga bagian besar, yakni: Human Factor dan Dirty Dozen, Studi Kasus, Keterampilan Komunikasi dan Membangun Etos. Materi pertama mengajak peserta untuk memahami aspek keselamatan mendasar dari sebuah keselamatan, yakni penerapan Hukum Murphy dalam aviasi. Hukum Murphy secara sederhana seperti tertuang dalam pepatah: induk keselamatan adalah kekhawatiran. Pepatah ini kemudian diterjemahkan dalam pengertian praktis dan sederhana sehingga mengendap dalam benak peserta. Kepada mereka dikondisikan untuk mengkhawatirkan sesuatu yang selama ini mereka anggap biasa saja. Berikutnya kepada peserta diberikan materi dirty dozen, yakni pemahaman terhadap 12 faktor keselamatan penerbangan. Kewaspadaan terhadap 12 faktor ini merupakan unsur penting bagaimana keselamatan penerbangan dijaga. Walaupun materi ini begitu penting dan mendalam, namun materi diberikan dalam suasana yang sangat santai dan gembira sehingga peserta relatif tidak mengalami kesulitan untuk menginternalisasikannya ke dalam pikiran dan hati.
Sesi studi kasus diberikan langsung oleh Maintenance Manager PT. METRO BATAVIA - Bapak Rachmad Wijaya. Pada sesi ini diungkap berbagai kasus teknis yang selama ini dialamai oleh perusahaan. Pembahasan selama dua jam memberikan kesempatan kepada peserta untuk melakukan analisa dan troubleshooting dalam diskusi kelas.
Sesi terakhir adalah sesi Keterampilan Komunikasi dan Membangun Etos. Komunikasi sangat diperlukan dalam semua bidang kehidupan. Kegagalan komunikasi akan menjerumuskan sebuah system kepada kondisi buruk, termasuk dalam penerbangan. Komunikasi - yang merupakan salah satu bagian dirty dozen - sungguh merupakan penopang keselamatan penerbangan yang utama. Lagi-lagi, kelas ini berlangsung meriah karena penuh dengan simulasi. Sebagai penutup training, peserta mendapat pembekalan tentang hakekat karya dan cinta. Peserta diajak untuk menghargai karya sebagai ungkapan agung Diri Cinta yang ada dalam setiap orang. Dengan pengungkapan ini diharapkan setiap orang akan bertindak baik dan bertindak benar dalam unit karyanya masing-masing, karena pertanggungjawaban karya ini sesungguhnya bukan terhenti kepada manajemen, melainkan kepada yang Illahi sendiri. Apalagi menjaga keselamatan orang lain adalah sikap spiritual yang sempurna.
Selamat berkarya.(OED)
Copyright (c) 2010. Enlighten Human Development Center. All Rights Reserved.